Thursday, 31 January 2013

Anggaran Penanggulangan Bencana Kalsel Turun Rp2 Miliar

Anggaran dana tanggap darurat bencana Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan 2013 turun Rp2 miliar dari Rp22 miliar tahun lalu menjadi hanya Rp20 miliar.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Alam Daerah
kalimantan selatan Rendra Fauzie di Banjarmasin, Senin, mengatakan penurunan anggaran tersebut salah satunya disebabkan minimnya penyerapan dana pada 2012.

Pada 2012, kata dia, penyerapan BPBD hanya sekitar 49 persen dari dana yang telah dianggarkan, sehingga pemerintah menurunkan nilai anggaran penanggulangan bencana pada 2013.

Kondisi tersebut, kata dia, dikhawatirkan akan menjadi salah satu kendala dalam penanganan bencana di daerah ini.

Apalagi potensi bencana alam pada 2013 diprediksi akan lebih besar dibanding 2012 karena intensitas hujan akan jauh lebih tinggi. Begitu juga dengan angin puting beliung yang diprediksi masih akan terus melanda beberapa kabupaten di daerah ini.

"Namun kalau memang nanti terjadi kekurangan, kita akan kembali usulkan penambahan pada APBD perubahan, sehingga hal tersebut tidak terlalu mengkhawatirkan," katanya.

Wilayah kalimantan selatan (Kalsel) saat ini diperkirakan rawan dilanda bencana alam seperti angin puting beliung dan banjir yang disebabkan curah hujan tinggi disertai angin kencang.

Kepala Seksi Kesiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kalsel Sahrudin sebelumnya mengatakan, saat ini curah hujan di wilayah Kalsel masih cukup tinggi yang disertai angin kencang.

Hampir semua wilayah kabupaten/kota di Kalsel rawan terjadi bencana puting beliung dan banjir sehingga masyarakat harus waspada bila hujan deras disertai angin kencang.

Beberapa daerah yang rawan terjadi bencana banjir di antaranya Kabupaten Banjar, Tabalong, Tanah Laut, dan Tanah Bumbu.

Selain itu, kata dia, masyarakat juga diharapkan mewaspadai kemungkinan terjadinya musibah tanah longsor dan selalu siaga dalam penanganan bencana.

"Kita akan melakukan pengawasan terhadap daerah-daerah yang rawan bencana seperti angin puting beliung, banjir dan tanah longsor, dan kita juga harus sigap untuk memberikan pertolongan dan pendataan," katanya.

Dijelaskannya, sepanjang 2012 musibah bencana alam seperti angin puting beliung yang melanda Kalsel sudah sekitar 49 kali. (ant/as)

No comments:

Post a Comment