Thursday, 31 January 2013

Kemensos Pertimbangkan PKSA bagi Anak Korban Banjir

kementerian sosial mempertimbangkan Program Kesejahteraan Sosial Anak (PKSA) bagi anak-anak korban banjir di Jakarta.

"Kita punya PKSA, kita lihat kembali apakah memungkinkan untuk diterapkan bagi anak-anak korban banjir," kata Direktur Kesejahteraan Sosial Anak, Bambang Mulyadi di Jakarta, Senin.

Selama tanggap darurat banjir ibu kota, kementerian sosial turun tangan dalam pemenuhan kebutuhan dasar berupa sandang dan pangan.

Selain itu, kementerian sosial juga memberikan bantuan psikososial dengan menurunkan Pekerja Sosial untuk mendampingi anak-anak dalam kegiatan Pondok Anak Ceria guna memastikan mereka tidak trauma terhadap bencana alam yang terjadi.

Anak-anak merupakan pihak yang termasuk rentan jika terjadi bencana. Mereka bisa mengalami trauma yang akan mengganggu kejiwaan dan pertumbuhannya.

"Ketika ada bencana banjir kita amankan anak-anak dengan berbagai aktivitas jangan sampai terjadi trauma, dan dengan kita beri aktivitas, anak tidak menjadi beban keluarga karena dalam kondisi darurat orang tua tidak bisa sepenuhnya memantau anak," kata Bambang.

Menurut Bambang, dengan diberikan aktivitas, orang tua merasa aman dan bisa mengurus hal-hal lain misalnya membersihkan rumah mereka dari sisa-sisa banjir.

Pondok Anak Ceria dibentuk di sejumlah titik pengungsian dengan berbagai aktivitas seperti bermain, bernyanyi, mendongeng dan kegiatan lainnya yang menghibur.

"Memang kita belum sepenuhnya membuat Pondok Anak Ceria di setiap pengungsian, tapi karena keterbatasan pekerja sosial jadi hanya ada di beberapa titik," katanya menambahkan. (ant/as)

No comments:

Post a Comment