Thursday, 31 January 2013

Siswa Indonesia Berpartisipasi dalam Simulasi PBB di Den Haag

Delapan siswa tingkat menengah atas Sekolah Indonesia Nederland (SIN), Belanda, akan mengikuti Simulasi Konferensi Perserikatan Bangsa-bangsa Internasional den haag (THIMUN) pada 27 Januari-1 Februari 2013 di den haag, Belanda, kata seorang pembina SIN.

THIMUN yang pertama kali diadakan pada 1968 merupakan simulasi sidang PBB yang diikuti para pelajar tingkat sekolah menengah atas dengan tujuan mendidik para peserta mengenai peristiwa kekinian, hubungan internasional, diplomasi dan agenda PBB, kata pembina tim SIN Safreni C Sari di Delft, Sabtu.

Para peserta memainkan peran sebagai diplomat yang mewakili negara tertentu atau lembaga swadaya masyarakat dalam sesi simulasi komite Perserikatan Bangsa-Bangsa, seperti sidang Dewan Keamanan atau Majelis Umum.

"Siswa Indonesia akan berperan sebagai delegasi Papua New Guinea, dan akan membahas beberapa isu seperti politik khusus dan dekolonisasi, pelucutan senjata serta keamanan internasional, ekonomi dan keuangan, masalah sosial, kemanusiaan dan budaya," jelasnya.

Safreni yang saat ini tengah melakukan penelitian bidang kecerdasan buatan (artificial intelligence) di Universitas Teknologi Delft (TUD) mengatakan para siswa tidak hanya dibimbing untuk menyampaikan pendapat dalam bahasa Inggris tapi juga mempertahankan gagasan mereka di depan simulasi sidang PBB yang diikuti sekitar 3.500 siswa yang berasal dari lebih 100 negara.

"Maka selama masa persiapan, para siswa mengadakan riset mengenai isu yang mereka emban sehingga mereka punya cukup informasi dan data sebagai dasar yang kuat dalam mempertahankan pendapat dan menyusun resolusi," kata Safreni.

Selain itu, pembinaan para siswa juga meliputi kemampuan persuasi, karena layaknya proses negosiasi antar negara di tingkat internasional yang membutuhkan pendekatan dan lobi, peserta THIMUN, yang telah dikelompokkan dalam delegasi negara-negara, juga harus melakukan hal yang sama (pendekatan dan lobi) agar resolusi yang diajukan mendapat dukungan dan disetujui pada sidang umum PBB.

Safreni mengatakan resolusi yang diajukan para siswa peserta akan disusun sesuai format baku PBB sehingga mereka juga dilatih agar lancar berkomunikasi tertulis dalam bahasa Inggris.

Dia mengatakan anggota tim THIMUN SIN terdiri atas siswa kelas satu dan tiga, masing-masing tiga orang, dan dua siswa kelas dua tingkat atas. Mereka adalah Olga Maharani Yuvia, Sandhi Ahsani Taqwim, Shabilla Ghizani, Syarif Ibrahim Perdana, Avi Adriantama, Ardiana Callista Prima, Dwiki Wahyu Pratama dan Royyan Abdullah Dzakiy.

"Mereka telah diseleksi berdasarkan kemampuan bahasa Inggris, keluasan wawasan internasional, memiliki minat serta karakter moral yang kuat untuk mencari solusi bagi permasalahan orang banyak dan membela keadilan," kata Safreni.

Pada THIMUN 2012 siswa Sekolah Indonesia Nederland berperan sebagai delegasi Republik San Marino, yang membahas isu kelautan.(ant/id)

No comments:

Post a Comment