Monday, 19 May 2014

Menteri : Tapanuli Tengah Berpotensi Jadi Daerah Maju


Kabupaten tapanuli tengah, Sumatera Utara, yang kini masuk kategori daerah tertinggal memiliki potensi untuk menjadi daerah maju, kata Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal helmy faishal zaini.


'tapanuli tengah memiliki kekayaan alam cukup sempurna. Jika dikelola dan dimanfaatkan dengan baik, maka saya optimis tapanuli tengah akan mampu menjadi salah satu kabupaten termaju di Indonesia,' kata Helmy saat membuka KPDT Expo di Lapangan Sepakbola GOR Serbaguna Pandan, tapanuli tengah, Senin.


KPDT Expo yang diikuti utusan 48 kabupaten itu merupakan perhelatan kedua pada tahun ini, setelah kegiatan yang sama digelar di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, April lalu.


Helmy mengatakan KPDT Expo merupakan kegiatan yang dirancang dan dilaksanakan kementerian yang dipimpinnya untuk memicu, menggali, memperkenalkan, mempromosikan, dan mengembangkan berbagai potensi dari daerah tertinggal.


'Melalui KPDT Expo kita berharap seluruh daerah tertinggal mampu menunjukkan berbagai potensi yang dimilikinya agar menarik minat investor,' katanya.


Bupati tapanuli tengah Raja Bonaran Situmeang menyatakan pemerintah kabupaten menargetkan lepas dari status daerah pada 2015. Untuk itu berbagai program pembangunan dilakukan dengan sungguh-sungguh, terutama untuk meningkatkan pendapatan masyarakat, pendapatan asli daerah, dan pertumbuhan ekonomi.


'Saya optimis tapanuli tengah segera mengucapkan sayonara bagi status daerah tertinggal,' katanya.(ant/rd)

Stimulasi Otak Bisa Obati Pecandu Narkoba

Stimulasi otak para pecandu narkoba, alkohol, dan nikotin bisa mengobati mereka dari kecanduan, kata peneliti dari Pro Addicta Swiss, Oliever Marquardt.

'Stimulasi otak dilakukan dengan cara menanamkan sugesti bahwa narkoba, alkohol, dan nikotin berbahaya. Cara itu efektif untuk mengobati para pecandu,' katanya di Yogyakarta, Senin.

Pada lokakarya 'Teknologi Penanganan Pecandu', ia mengatakan dalam waktu lima hari para pecandu sudah bisa melepaskan dirinya dari kecanduan.

Menurut dia, orang yang kecanduan itu kalau mau sembuh kunci utamanya ada pada dirinya sendiri. Kalau mau sembuh dia harus mengerti dulu bahwa dia bisa hidup tanpa obat-obatan itu.

'Selain itu, kami juga tanamkan pikiran pada mereka bahwa narkoba, alkohol, dan nikotin itu berbahaya bagi mereka,' katanya.

Ia mengatakan hal lain yang dibutuhkan untuk melepaskan kecanduan mereka adalah dengan cara memisahkan atau menjauhkan mereka dari tempat-tempat yang memungkinkan mudah mendapatkan barang-barang tersebut.

'Dalam menangani para pecandu, kami juga berusaha memberikan kegiatan lain yang bisa mengalihkan keinginan mereka untuk mengkonsumsi obat-obatan itu karena sebenarnya kecanduan merupakan penyakit yang ada di dalam otak kita,' katanya.(ant/rd)

Bojonegoro Belum Tambah Anggaran Hadapi Kemarau

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, belum menambah anggaran pengadaan air bersih di dalam APBD 2014 sebesar Rp75 juta, untuk melayani kebutuhan air bersih bagi warga pada musim kemarau.


"Kami belum menambah alokasi anggaran untuk menghadapi musim kering, meskipun prakiraan kemarau akan berlangsung panjang karena pengaruh 'El Nino lemah'," kata Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial dan Peningkatan Kesejahteraan Sosial Disnakertransos Bojonegoro Dwi Harningsih, Selasa.


Meskipun kemarau akan berlangsung panjang, menurut dia, alokasi anggaran Rp75 juta tersebut cukup untuk melayani kebutuhan air bersih warga yang daerahnya mengalami kekeringan, sebab alokasi anggaran tahun lalu hanya Rp50 juta.


"Alokasi anggaran Rp50 juta, pada tahun lalu cukup untuk mencukupi kebutuhan air bersih warga yang daerahnya mengalami kekeringan," katanya, menegaskan.


Ditanya apakah sudah melakukan pemetaan daerah yang rawan kekeringan, ia menjelaskan pemetaan akan dilakukan kalau sudah ada pengajuan permintaan warga yang membutuhkan pasokan air bersih.


"Yang jelas saat ini belum ada warga yang mengajukan permintaan air bersih, sehingga kami belum melakukan pemetaan daerah kekeringan," ujarnya.


Lebih lanjut ia menjelaskan pengadaan air bersih juga akan melibatkan kontraktor migas yang akan ikut membantu dalam pengadaan air bersih untuk melayani warga di wilayah kerjanya, selain juga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).


"Pengadaan air bersih yang ditangani BPBD memanfaatkan anggaran sendiri. Tidak termasuk alokasi anggaran Rp75 juta," ucapnya.


Secara terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro Amir Syahid menjelaskan pihaknya sudah menyiapkan pelayanan pengadaan air bersih, mulai truk tangki dan tenaga di posko BPBD di Kecamatan Padangan, Baureno dan Temayang.


"Di masing-masing posko dilengkapi dengan tiga truk tangki yang bisa dimanfaatkan untuk memasok air bersih," jelasnya.


Ia menjelaskan posko BPBD di Kecamatan Baureno, akan melayani kebutuhan air bersih bagi warga di wilayah timur, seperti di Kecamatan Baureno, Kepohbaru dan Sugihwaras.


Posko BPBD di Kecamatan Temayang, akan melayani air bersih warga di Kecamatan Gondang, Bubulan, Sekar dan sekitaranya, sedangkan posko BPBD Kecamatan Padangan, melayani warga di Kecamatan Padangan, Kedewan, Kasiman, Tambakrejo, dan sekitarnya.


Sesuai data di BPBD, warga yang mengalalami kesulitan air bersih yang lalu tercatat 20.704 kepala keluarga (KK) atau 81.548 jiwa di 59 desa yang tersebar di 15 kecamatan, di antaranya, Kecamatan Temayang, Sugihwaras, Kedungadem, Kasiman, dan kecamatan lainnya.(ant/ris)

KKP Budidaya Arwana Di Kolam Galian Timah

Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Ikan Hias Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menguji coba budidaya ikan hias jenis arwana (Scleropages sp) di kolam-kolam bekas galian timah di Kabupaten Belitung Timur.

'Kami sudah uji cobakan arwana di sana, mereka bukan saja dapat berkembang dengan baik, tapi warnanya juga menjadi lebih terang, warna silvernya menjadi lebih tampak,' kata Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan Budidaya KKP Dr Tri Heru Prihadipada Peresmian Hatchery (Pembenihan) Ikan Hias di Belitung Timur, Provinsi Bangka Belitung, Senin.

Pihaknya, lanjut Trio Heru Prihadi, masih menganalisis seberapa besar penyerapan dan kandungan logam di tubuh ikan yang dipelihara di kolam bekas galian timah (kolong) tersebut, karena kalau melewati ambang batas dan berbahaya untuk dikonsumsi maka memang hanya sesuai untuk ikan hias.

Di Belitung ada ribuan hektare kolam bekas galian timah yang digali sejak zaman Belanda.

KKP bersama Kabupaten Belitung Timur juga sedang mengembangkan budidaya ikan hias, khususnya jenis arwana (Scleropages sp) dan botia (Chromobotia macracanthus), untuk keperluan ekspor ke mancanegara.

'Potensi ekspornya besar, tapi selama ini masyarakat di Belitung menjual ikan hias anakan bahkan larvanya dari alam ke pengumpul, sebelum dibawa ke Singapura,' kata Kepala Badan Litbang Kelautan dan Perikanan KKP Dr Achmad Poernomo.

Harga Botia ukuran empat cm dijual Rp4.800, dan larvanya Rp100, namun oleh pengusaha Singapura dibesarkan dulu dengan pakan khusus yang membuat warnanya lebih menarik dan paket ukuran seragam yang dijamin tetap hidup sampai ke negara pembeli, sehingga harganya menjadi jauh lebih mahal.

Menurut dia, Indonesia yang memiliki keanekaragaman biota laut sangat tinggi merupakan salah satu pemasok utama ikan hias dunia dengan nilai ekspor pada 2013 mencapai 24 juta dolar AS meningkat dari tahun sebelumnya 21 juta dolar AS.Sementara itu Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Belitung Timur, Ferizal mengatakan, pihaknya optimistis dengan kerja sama ini dalam rangka meningkatkan perekonomian masyarakat Belitung Timur.(ant/rd)

Sunday, 18 May 2014

Papua - LPMAK Distribusikan Bantuan Ke Kampung Jewa

Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (LPMAK) pada Rabu (14/5) mendistribusikan bantuan pangan dengan total 1.200 kilogram untuk mengatasi kasus kelaparan di kampung jewa, Aroanop, Distrik Tembagapura.

Staf LPMAK, Petrus Mitakda kepada Antara di Timika, Kamis, mengatakan distribusi bantuan ke kampung yang terletak di kawasan pegunungan itu menggunakan dua kali penerbangan helikopter Airfast dari Timika.

Bahan pangan yang dikirim ke Jewa antara lain beras, mi instan, biskuat, gula, minyak goreng dan lainnya.

LPMAK berencana akan mengirim satu kali lagi bantuan ke Jewa dengan total 600 kilogram pada pekan depan.

'Saya sendiri ikut mengantar bantuan ke Jewa. Masyarakat sangat senang. Bahkan seorang kepala suku di Jewa sempat menangis. Memang kondisi di sana sangat memprihatinkan,' tutur Petrus.

Sesuai informasi yang diterima LPMAK dari masyarakat, kasus kelaparan di kampung jewa sudah terjadi selama beberapa bulan terakhir. Krisis pangan di kampung itu lantaran tingginya curah hujan sejak Januari.

Kebun-kebun milik warga yang ditanami keladi dan umbi-umbian dilaporkan mengalami longsor dan akses jalan setapak dari kampung ke kebun warga juga dilaporkan putus.

Kondisi itu mengakibatkan warga Jewa yang terdiri atas belasan keluarga terpaksa mencari bantuan ke kampung-kampung sekitar seperti ke Kampung Aroanop hingga Banti Tembagapura.

Saat ini hanya tersisa ibu-ibu rumah tangga, anak-anak kecil dan para jompo yang tinggal di kampung karena kaum laki-laki pergi mencari bantuan ke kampung-kampung sekitar.

'Kemarin waktu kami sampai di Jewa hanya ada tiga laki-laki yang datang pikul barang dari helikopter. Barang bantuan ditampung pada tiga rumah sekitar helipad. Selanjutkan akan dibagi merata ke rumah-rumah warga yang letaknya saling berjauhan,' tutur Petrus.

Menurut dia, penerbangan helikopter dari Timika ke Jewa memakan waktu sekitar 20 menit. Adapun jarak kampung jewa ke kampung terdekat yaitu Aroanop memakan waktu perjalan selama satu hari dengan berjalan kaki melintasi gunung-gunung yang terjal, sungai dan ngarai yang dalam serta hutan belantara.(ant/rd)

Kemenag Bojonegoro Tunggu Usulan Jatim Soal Paspor

Kementerian Agama Kabupaten Bojonegoro menunggu keputusan usulan Kemenag Provinsi Jatim soal persyaratan pembuatan paspor calon haji yang disampaikan kepada imigrasi surabaya, Jawa Timur, agar tidak mengacu surat edaran Dirjen Imigrasi.

'Kami masih menunggu bagaimana hasil keputusan imigrasi surabaya menanggapi usulan Kemenag Jatim soal persyaratan pembuatan paspor calon haji,' kata Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah kemenag bojonegoro Wachid Priyono di Bojonegoro, Kamis.

Ia mengharapkan usulan Kemenag Jatim yang disampaikan kepada imigrasi surabaya disetujui, sehingga persyaratan pembuatan paspor calon haji tetap dengan cara lama, yaitu sesuai surat keterangan Kemenag asal calon haji, selain persyaratan lainnya.

Sebelumnya, imigrasi surabaya mengembalikan berkas 780 calon haji Bojonegoro, untuk persyaratan pembuatan paspor, menyusul terbitnya SE Dirjen Imigrasi No. IMI.1-0789.GR.01.01. Tahun 2014 tentang Persyaratan Permohonan Paspor Biasa Bagi Calon Haji.

Sesuai SE Dirjen Imigrasi itu, katanya, persyaratan identitas diri calonhaji tidak lagi memanfaatkan surat keterangan Kemenag di daerah asal calon haji, tetapi memanfaatkan surat nikah atau ijazah, atau akta kelahiran atau surat kenal lahir.

'SE Dirjen Imigrasi tersebut sulit diterapkan kalau dilaksanakan sekarang ini, sebab untuk melengkapi persyaratan itu membutuhkan waktu lama,' ujarnya.

Ia berpendapat persyaratan pembuatan paspor mengacu SE Dirjen Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM), yang diterbikan 6 Mei 2014, untuk pelaksanaanya bisa ditunda.

'Apalagi SE Dirjen Imigrasi tersebut sifatnya surat edaran bukan undang-undang, sehingga kalau tidak dilaksanakan tidak melanggar ketentuan hukum,' ujarnya.

Namun, menurut dia, kalau memang usulan Kemenag Jatim yang disampaikan kepada Dirjen imigrasi surabaya ditolak, maka akan diusahakan semaksimal mungkin meminta kepada calon haji di daerahnya agar melengkapi persyaratan yang masih kurang.

'Sesuai rencana berkas 780 calon haji Bojonegoro akan saya kembalikan lagi ke imigrasi surabaya apa adanya,' katanya.

Sesuai data di Kemenag setempat, hingga saat ini ada 60 calon haji yang batal berangkat dari 1.040 calon haji yang memperoleh daftar panggil berangkat musim haji pada 2014.(ant/rd)

Tiga Warga Sleman Dirawat Karena Suspect MERS

Tiga warga Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, saat ini masih dirawat intensif di rumah sakit karena menunjukkan gejala suspect terjangkit virus 'Middle East Respiratory Syndrome corona virus atau 'MERS-CoV.

'Tiga warga Sleman yang suspect MERS-CoV yakni dua warga Kecamatan Prambanan, dan satu warga Kecamatan Mlati,' kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Mafilindati Nuraini, Kamis.

Menurut dia, dugaan ini setelah tiga orang tersebut memiliki gejala awal penyakit MERS-CoV, usai menunaikan ibadah umroh, seperti suhu badan tinggi, sesak nafas, dan batuk pilek.

'Selain itu, ada pula riwayat atau kontak dengan hewan unta. Atas kondisi tersebut ketiganya dinyatakan suspect MERS-CoV,' katanya.

Ia mengatakan, untuk mengantisipasi dan penangganan lebih lanjut, mereka dinyatakan suspect MERS-CoV.

'Tiga warga yang suspect MERS-CoV itu, yang warga Kecamatan Mlati berinisial S (50), dan yang warga Kecamatan Prambanan yakni berinisial SS (62) dan SY (73),' katanya.

S tiba di Sleman pada Sabtu (10/5) lalu, dan menjalani perawatan di RSUP Dr Sardjito Yogyakarta.

Sedangkan SS dan SY tiba di Sleman pada Kamis (8/5) lalu, dan saat ini menjalani perawatan di RSUD Panembahan Senopati, Kabupaten Bantul.

'Dari laporan terakhir, kondisi ketiga warga yang suspect MERS-CoV tersebut sudah membaik, namun masih harus menjalani perawatan di rumah sakit,' katanya.(ant/rd)