Thursday, 31 January 2013

JK Tinjau Kondisi Sumbawa Pascakerusuhan

Mantan Wakil Presiden jusuf kalla (JK) meninjau kondisi di Kabupaten Sumbawa, nusa tenggara barat (NTB), pascakerusuhan akibat isu bernuansa Suku Agama Ras dan Antargolongan (SARA) yang terjadi pada Selasa (22/1).

"Pak JK ke NTB untuk meninjau kondisi terakhir di Kabupaten Sumbawa, dan Pak Wagub sedang mendampinginya," kata Kabag Humas dan Protokol Setda NTB Tri Budiprayitno, di Mataram, Sabtu.

Juru bicara Pemprov NTB itu mengatakan, JK dan rombongan dari Jakarta tiba di Bandara Internasional Lombok (BIL), Sabtu menggunakan pesawat khusus, sekitar pukul 09.00 Wita.

Selanjutnya menuju Bandar Udara Brangbiji di Sumbawa, bersama Wakil Gubernur NTB H Badrul Munir dan sejumlah pejabat Pemprov NTB ikut dalam pesawat tersebut.

"Tentu diharapkan kunjungan Pak JK ke Sumbawa itu semakin memotivasi semua pihak untuk terus berupaya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Pak JK ke Sumbawa dalam kapasitas sebagai Ketua Umum PMI," ujar Tri.

Seperti diketahui, sampai hari ketiga pascakerusuhan di Sumbawa, warga keturunan Bali masih mengungsi di markas aparat TNI dan polri, meskipun sebagian sudah kembali ke rumahnya.

Jumlah warga yang mengungsi lebih dari 1.000 jiwa, di tiga lokasi yakni di Markas Kodim Sumbawa, Markas Kompi Senapan B Batalyon Infanteri (Yonif) 742/SYB, dan di Markas Polres Sumbawa.

Sebanyak 375 jiwa yang mengungsi di Markas Polres Sumbawa kembali ke rumahnya pada Jumat (25/1) sore, yang difasilitasi pemulangannya oleh pemerintah daerah dan aparat keamanan.

Pengungsi di lokasi lainnya, akan difasilitasi pemulangannya secara bertahap, yang tentunya diprioritaskan bagi yang rumahnya masih mungkin ditempati.

Versi Polda NTB, dalam kerusuhan yang dipicu oleh isu menyesatkan yang mengait-ngaitkan kecelakaan lalu lintas dengan unsur SARA itu, sebanyak 35 unit rumah dibakar, puluhan rumah lainnya rusak berat, dua unit toko dan dua swalayan juga dijarah dan dibakar.

Selain itu, empat mobil dan tujuh sepeda motor dibakar, satu unit hotel (Hotel Tambora) dibakar dan satu bengkel dirusak dan dijarah.

Tujuh sepeda motor lainnya dirusak, enam unit toko dibakar, dan 142 unit kios di Pasar Seketeng, Kecamatan Sumbawa, juga dibakar. Kerusuhan itu dipicu oleh isu menyesatkan pascatewasnya Arniati (30) yang beragama Islam dalam kecelakaan sepeda motor yang dikendarai anggota Polri yang beragama Hindu Brigadir I Gede Eka Swarjana (31). Arniati yang diketahui merupakan pacar anggota polisi itu membonceng di sepeda motor itu.

Kecelakaan lalu lintas itu terjadi pada hari Sabtu tanggal 19 Januari sekitar pukul 23.00 Wita, di jalan raya jurusan Sumbawa-Kanar kilometer 15-16 di dekat tambak udang Dusun Empang, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa.

Namun, kasus itu dikait-kaitkan dengan unsur SARA dan isu yang berkembang wanita itu bukan tewas akibat kecelakaan lalu lintas, tetapi diperkosa dan dibunuh.(ant/id)

No comments:

Post a Comment