Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan pada tahun 2013 daya tampung sekolah umum perikanan Menengah (SUPM) meningkat menjadi 10.000 siswa.
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Manusia Kelautan dan Perikanan, KKP, R.Sjarief Widjaja di Jakarta, Sabtu mengatakan, daya tampung supm di seluruh Indonesia awalnya hanya 4500 siswa kemudian ditingkatkan menjadi 6.000 siswa seiring meningkatnya minat masyarakat melanjutkan pendidikan ke sekolah tersebut.
"Meskipun demikian peminatnya tetap saja banyak bahkan melebihi daya tampung sehingga kami akan meningkatkan kapasitasnya tahun ini menjadi 10.000 ribu orang," katanya.
Sebelumnya dalam bedah buku "Sekolah Nelayan" yang ditulisnya, Sjarief menyatakan, sumber daya manusia berperan penting dalam menentukan laju pembangunan sektor kelautan dan perikanan di Indonesia.
Namun demikian, lanjutnya, dari sekitar 2,7 juta nelayan kecil di Indonesia, kebanyakan tingkat pendidikannya masih rendah bahkan banyak yang putus sekolah.
Kondisi ini, menurut dia, menjadi tidak seimbang ketika di laut mereka harus berkompetisi dengan nelayan asing yang sudah jauh lebih maju, baik dari pola pikir maupun teknologi yang digunakan.
Oleh karena itu, Sjarief menyatakan, BPSDMKP merasa bertanggung jawab dalam membangun SDM kelautan dan perikanan Indonesia untuk lebih maju dan modern.
"Salah satu pilar pembangunan SDM kelautan dan perikanan yakni melalui pendidikan. Jalur ini dirasa penting sebagai fondasi menciptakan SDM yang maju dan modern," katanya.
Selain meningkatkan daya tampung sekolah perikanan yang dikelola Kementerian Kelautan dan Perikanan, tambahnya, pihaknya juga akan bersinergi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) perikanan dibawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang saat ini jumlahnya mencapai 107 sekolah.
Sementara itu untuk memberikan kesempatan keluarga nelayan atau masyarakat pesisir yang ingin mengenyam pendidikan namun mengalami kendala biaya , maka pihaknya juga akan menambah sekolah-sekolah lapang di sentra-sentra nelayan.
Saat ini, lanjutnya, sekolah lapang tersebut terdapat di empat titik yakni Kabupaten Parigi Moutong Sulawesi Tengah, Kabupaten Cilacap Jawa Tengah, Kabupaten Belawan Sumatera Utara dan Kupang Nusa Tenggara Timur.
Nantinya sekolah lapang tersebut akan dikembangkan lagi di tujuh titik yang merupakan kampung-kampung nelayan dengan intensitas industri perikanan tinggi namun banyak memiliki potensi SDM yang putus sekolah.
Ke tujuh titik tersebut yakni Sibolga Sumatera Utara, Tegal Jawa Tengah, Pontianak Kalimantan Barat, Bitung Sulawesi Utara, Ambon Maluku, Sorong Papua Barat dan Lombok Timur Nusa Tenggara Barat. (ant/id)
Thursday, 31 January 2013
Daya Tampung SUPM Ditargetkan 10.000 Siswa
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment