Banjir yang kian meluas terjadi di sejumlah tempat di Kabupaten Mesuji, Lampung, membuat Bupati setempat, Khamamik, memerintahkan satuan kerja di daerahnya cepat bertindak menangani bencana alam tersebut.
Bupati Mesuji Khamamik, ketika dikonfirmasi, Selasa malam, mengatakan bahwa dia telah memerintahkan beberapa satuan kerja terkait untuk siaga dan turun langsung ke lokasi banjir.
Tujuannya agar dapat dilakukan penanggulangan musibah yang terjadi secara cepat dan tepat.
"Saya telah perintahkan satker terkait untuk siaga dan sesegera mungkin ambil tindakan. Sekarang mereka telah berada di lokasi banjir untuk melakukan penanggulangan secepatnya, dan juga pendataan lahan pertanian yang dan hewan ternak yang mati akibat banjir," ujar Bupati yang sejak awal memang rajin turun ke lapangan ini.
Lebih lanjut Khamamik mengatakan bahwa saat ini masyarakat yang terkena banjir mengalami kesulitan air bersih dan gatal-gatal.
Selain itu, dapat dipastikan perekonomian masyarakatnya menjadi terganggu.
Banjir merendam ratusan rumah dan lahan pertanian di Kabupaten Mesuji.
Ada empat kecamatan yang beberapa desanya mengalami bencana banjir tersebut, yaitu Kecamatan Way Serdang, Simpang Pematang, Mesuji Timur, dan Rawajitu Utara.
Belakangan, banjir juga terjadi di tiga dusun dalam wilayah Desa Talang Batu Kecamatan Mesuji Timur.
Sejak beberapa hari ini, sekitar 2.475 orang warga dari 617 kepala keluarga di Dusun Tebing, Dusun Talang Gunung, dan Dusun Setajim Desa Talang Batu terpaksa melakukan aktivitas kesehariannya di tengah genangan air.
Ketinggian air pada ketiga dusun tersebut mencapai dada orang dewasa atau sekitar 130 cm, bahkan ada 77 rumah warga yang nyaris tenggelam karena ketinggian airnya mencapai mencapai 200 cm.
Saridin (45), Kepala Dusun Tebing menuturkan bahwa banjir yang terjadi adalah akibat luapan air dari Sungai Buaya yang alirannya melintasi dusun mereka.
"Banjir ini terjadi sejak hari Jumat (25/1) lalu, dan hari ini semakin tinggi karena hujan semakin sering turun. Bukan hanya rumah kami yang terendam, tapi sekitar 500 hektare sawah masyarakat desa kami juga dipastikan gagal panen," ujar dia lagi.
Salah seorang warga lainnya, Muslimin (46), mengatakan bahwa banjir memang kerap terjadi di lokasi itu setiap tahunnya.
Namun tahun ini, banjir yang terjadi jauh lebih besar daripada tahun-tahun sebelumnya.
"Di wilayah ini setiap tahun memang sering terjadi banjir, tapi biasanya cuma sebatas lutut kaki. Sedangkan tahun ini sangat luar biasa, kalau anak kecil pasti tenggelam. Memang sejauh ini belum ada korban jiwa, namun orang tua menjadi sangat khawatir," ujar Muslimin mengeluhkan kondisi itu.
Menurut Bupati Mesuji Khamamik, sebelumnya banjir juga melanda beberapa desa di Kecamatan Simpang Pematang dan Way Serdang.
Saat itu, Bupati langsung memerintahkan dinas terkait untuk menurunkan alat berat jenis ekskavator untuk pelebaran sungai dan pembersihan saluran air setempat.
Tindakan ini cukup efektif untuk wilayh tersebut.
Banjir yang melanda Desa Talang Batu Kecamatan Mesuji Timur kondisinya lebih parah.
Ini dikarenakan sungainya lebih lebar dan dalam serta berarus deras, sehingga penangannya tidak sesederhanna sebelumnnya.
Karena itu, menurut Khamamik, pihaknya akan mengevakuasi korban banjir, memberikan bantuan makanan, air, dan obat-obatan.
Selain itu, perlu dilakukan pula identifikasi permasalahan dan formulasi penyelesaian masalahnya.
Kepala Bagian Humas Pemkab Mesuji, Irvira Bangsawan, menerangkan bahwa saat ini upaya penanggulangan banjir tengah dilakukan Pemkab setempat, terutama berkenaan dengan kebutuhan masyarakat yang sifatnya mendesak.
"Dalam penanganan musibah ini, Pak Bupati telah memerintahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Bappeda, Dinas PU, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Badan Lingkungan Hidup, dan Dinas Pertanian untuk turun langsung agar masyarakat yang terkena musibah cepat tertanggulangi, baik pada saat terjadi banjir maupun pascabanjir nanti," ujar Irvira. (ant/as)
Thursday, 31 January 2013
Bupati Mesuji Perintahkan Satker Cepat Tanggani Banjir
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment