Pemerintah Kota Bandung menggandeng tim ahli dari Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk melakukan monitoring dan kualitas pengerjaan serta perbaikan jalan di Kota Kembang.
"Pembentukan tim ahli ini sebagai upaya pengawasan kualitas jalan raya sehingga kualitas jalan di Kota Bandung menjadi lebih baik, selain itu sebagai bentuk dari reformasi birokrasi," kata Wali Kota Bandung Ridwan Kamil di Bandung, Jumat.
Ia menyebutkan, kehadiran tim ahli dari ITB tersebut menurut dia untuk memperkuat pengawasan yang selama ini dilakukan oleh tim dari Dinas Bina Marga dan Pengairan Kota Bandung.
Dengan adanya tim independen, maka diharapkan pengawasan yang dilakukan lebih optiman dan proses perbaikan jalan di Kota Bandung menjadi lebih efektif dan berkualitas.
Peran tim ahli dari ITB itu, kata Wali Kota adalah melakukan pengawasan proses pengerjaan dan perbaikan jalan raya mulai dari pengawasan bahan baku, proses pengerjaan, ketebalan aspal, serta efektifitas pengerjaan proyek.
"Jadi ke depan, tidak ada lagi jalan yang seharusnya berketebalan 15 centimeter hanya dilapisi lima centimeter. Pengawasnya lebih dari satu dan lebih transparan," katanya.
Ia menyebutkan, hasil pengecekan tim ahli itu akan diuji di Puat Laboratorium Jalan dan Jembatan, Laboratorium ITB dan Politeknik Bandung.
"Bila ada material yang tidak maksimal, maka siap-siap saja kontraktornya menerima sanksi," kata Emil.
Kebijakan itu sudah disosialisasikan kepada para kontraktor dan pengembang jalan, dan pemkot bandung akan mengikat mereka dengan perjanjian terkait aturan main yang akan diterapkan dalam setiap pengerjaan proyek jalan raya.
"Anggaran untuk perbaikan jalan raya itu cukup besar, berasal dari uang rakyat. Sehingga harus dipertanggung jawabkan dengan kualitas jalan yang bagus," kata Wali Kota Bandung itu menambahkan.(ant/ris)
No comments:
Post a Comment