Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Konawe Selatan melakukan mutasi puluhan kepala sekolah dan pejabat jelang pelaksanaan ujian nasional Sekolah Dasar.
Bupati Konawe Selatan Imran di Andoolo, Jumat, mengatakan mutasi dan pelantikan merupakan hal biasa dan dilakukan sesuai kebutuhan.
Penempatan kepala sekolah di Konsel dinilai janggal karena ada kepala sekolah yang berpangkat IIId, sementara guru pengajar dan guru Kelas berpangkat IVa.
"Inilah yang kita sesuaikan, massa guru yang berpangkat tinggi hormatnya kepada pegawai yang berpangkat dibawahnya," kata Bupati Imran.
Selain itu, pelantikan berdasarkan hasil evaluasi atas kinerja yang dilakukan oleh pimpinan dalam hal ini di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
Begitu juga mengenai penempatan, ada PNS menjadi kepala Sekolah atau Guru di Kecamatan lain, padahal yang bersangkutan dari Kecamatan lain.
"Sekarang mulai ditertibkan agar efektivitas bekerja lebih maksimal. Bagaimana mau efektif kinerja, kalau Si A dari Moramo tapi ditugaskan di Laonti," kata Imran.
Pergeseran kalangan kepala sekolah dan pejabat struktural lingkup Dinas Pendidikan dan Kebudayaan di daerah tersebut dilakukan menjelang penyelenggaraan ujian Sekolah tingkat Sekolah Dasar akan dilaksanakan pekan depan.
Selain itu pelantikan dilakukan oleh Bupati Konsel H Imran itu hanya sepengetahuan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tanpa melalui Bapaerjakat.
Namun demikian pelantikan tetap berlangsung tanpa ada reaksi dari sejumlah kepala sekolah yang dimutasi dan ada juga yang dinon-job.
"Saya juga heran ada pelantikan Kepala Sekolah. Anehnya pelantikan ini tidak pernah melalui Baperjakat atau BKD selaku sekretaris Baperjakat dan Sekda sebagai ketuanya. Apakah memang sudah ada aturan barunya soal mutasi, pengangkatan tanpa melalui Baperjakat," kata pejabat yang mengaku tidak diundang menghadiri pelantikan.
Dengan dilaksanakan pelantikan jelang pelaksanaan ujian di tingkat SD dan pasca Ujian Nasional di SMP dan SMA akan mempengaruhi pelaksanaannya.
Pertama Kepala sekolah yang dilantik di tempat yang baru tersebut, terlebih dulu akan menyesuaikan. Pengenalan kepada guru-guru, termasuk murid sekolah. Begitu juga bagi SMP dan SMA, yang beberapa waktu lalu telah melaksanakan ujian, maka pengesahan untuk ijazah dan lainnya harus berpindah tangan dan lainnya.
"Ini juga yang diherankan, kenapa ada pelantikan jelang dan pasca pelaksanaan Ujian. Kenapa tidak tunggu saja nanti setelah tahun ajaran baru,"tandasnya.
Sementara itu suasana pelantikan di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Konawe Selatan terlihat sukses dan tidak ada respon. Meski pada pelaksanaannya ada beberapa tata cara pelantikan yang dilupakan.
Diantaranya saksi pelantikan terlihat nanti belakangan berdiri disisi kiri Bupati. Biasanya saksi dan Rohaniawan terlebih dulu siap di sisi kanan dan kiri Bupati atau siapa saja yang melantik.
Tetapi keganjilan ini terjadi, Bupati sudah siap melantik, tetapi belum ada saksi. Sehingga saksi yang Plt Sekda Lampaga belakangan berdiri disisi kiri Bupati dan selanjutnya proses pelantikan berjalan normal.
Pejabat struktural dan fungsional tersebut sebanyak 81 orang yang terdiri dari 6 pejabat struktural atau Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan, 19 Kepala SMP, 1 Kepala SMK, 5 Kepala SMA dan lebihnya adalah Kepala SD.
Selain itu ada juga dari Kepala Sekolah yang turun menjadi guru dan menjadi Pengawas. Ada juga yang dari Guru menjadi Kepala Sekolah.(ant/ris)
No comments:
Post a Comment