Direktris RSU Kota Kupang dr Marciana Halek mengatakan hingga saat ini rumah sakit milik Pemerintah Kota Kupang itu belum merawat pasien yang terserang virus MERS yang disebarkan burung unta dari Timur Tengah.
"Hingga kini belum ada penderita MERS yang kita rawat. Mudah-mudahan virus itu tidak menyebar di daerah ini," kata dr Marciana di Kupang, Jumat, ketika ditanya soal kemungkinan adanya pasien penderita Sindroma Pernapasan Timur Tengah (MERS/coronavirus) di wilayah ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur itu.
Menurut dr Marciana, rumah sakit yang didirikan untuk melayani warga pasien miskin Kota Kupang itu, hanya melakukan penanganan dan perawatan pasien yang terkena penyakit biasa, seperti diare dan lainnya.
"Mudah-mudahan tidak MERS tidak mawabah di daerah ini," katanya dan menambahkan meskipun demikian, pihaknya tetap siap untuk melayani dan merawat pasien yang terkena virus MERS.
Tanda-tanda seseorang terkena virus MERS antara lain pernapasan berat dengan gejala gejala demam, batuk, dan napas pendek.
Dijelaskannya, Middle East Respiratory Syndrome (MERS) merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh coronavirus yang disebut Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus (MERS-Cov), yang pertama kali dilaporkan pada tahun 2012 di Arab Saudi.
Virus ini berbeda dengan coronavirus lain yang telah ditemukan sebelumnya, sehingga kelompok studi corona virus dari Komite Internasional untuk Taksonomi Virus memutuskan bahwa novel corona virus tersebut dinamakan sebagai MERS-Cov. Virus ini tidak sama dengan coronavirus penyebab Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS), namun mirip dengan coronavirus yang terdapat pada kelelawar.
Sementara itu, Kementerian Kesehatan Arab Saudi mengumumkan, 16 orang dinyatakan positif untuk Sindroma Pernapasan Timur Tengah (MERS/coronavirus) dalam 24 jam terakhir.
Jumlah itu termasuk dua kematian penyakit fatal itu sebagai tambahan tiga kematian yang didiagnosis sebagai pasien mers sebelumnya, kata kementerian itu dalam satu pernyataan di situsnya.
Dari 16 kasus infeksi baru sembilan terletak di wilayah Riyadh, lima di Jeddah dan dua di Madinah, menurut pernyataan itu.
Jumlah kasus MERS, yang terdaftar di Arab Saudi, telah bertambah jadi 480 sampai Sabtu lalu, termasuk 139 kematian, setelah penambahan enam kasus baru dan enam kematian lagi, kata Kementerian Kesehatan negeri itu pekan lalu.(ant/ris)
No comments:
Post a Comment