Sunday, 18 May 2014

Ratusan Pedagang Minta Walikota Tunjuk Lokasi Jualan

Ratusan pedagang pasar sentral Makassar mengharapkan Wali Kota Makassar mohammad ramdhan pomanto menunjukkan lokasi tempat berjualan pascakebakaran hebat yang terjadi pekan lalu.

'Kami meminta kepada Pak Wali Kota untuk menunjukkan kami tempat berjualan karena kami butuh makan, kami tidak bisa berdiam diri hanya menunggu saja pembangunan gedung baru diselesaikan,' ujar Ketua Asosisi Pedagang Informal Makassar (Aspim), H Makmur Abdullah di Makassar, Kamis.

Ia mengatakan, masih ada ratusan pedagang yang belum berdagangkarena belum mendapatkan lahan. Lahan atau ruko yang dulunya mereka tempati sudah dilakukan pemagaran keliling atas keinginan wali kota.

Pemagaran itu dilakukan setelah pemerintah melakukan pembersihan atas puing-puing kebakaran dan setelah itu memugarnya untuk segera dijadikan lokasi baru dalam berjualan dengan menyusun kontainer.

'Pedagang yang belum berjualan mengharapkan supaya secepatnya wali kota menunjukkan lokasi untuk berdagang. Kalau sebagian pedagang sudah ada yang berjualan di tempat darurat, tetapi itu masih sebagian belum semuanya,' katanya.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Makassar menawarkan kepada pedagang untuk berdagang di atas kontainer bertingkat menyusul kembalinya ribuan pedagang menagih janji pemerintah dalam menawarkan tempat berjualan pascaterbakarnya Pasar Sentral.

'Kami sudah berusaha keras agar bapak-bapak dan ibu-ibu bisa kembali berjualan, tetapi kebakaran yang terjadi itu membutuhkan waktu untuk membangun kembali. Makanya, saya tawarkan berjualan di atas kontainer bertingkat,' ujar Wali Kota Makassar mohammad ramdhan pomanto.

Ia menjamin ribuan pedagang pasar tradisional Sentral yang menjadi korban kebakaran pekan lalu bisa secepatnya berjualan agar perekonomian warga bisa berjalan lagi.

Dia menyebutkan, berdagang di dalam kontainer yang disusun secara bertingkat dinilainya lebih moderen dibanding cara berdagang sebelumnya yang masih menggunakan lapak-lapak.

'Sebelum kebakaran itu, para pedagang berjualan dengan menggelar lapak. Cara ini sudah tradisional, makanya kita tawarkan kontainer yang akan disusun bertingkat dan di atasnya digunakan sebagai food court dan dihiasi pot dengan pohon besar,' katanya.

Pertemuan Pemerintah Kota Makassar dengan para pedagang yang hanya diwakilkan oleh 15 orang dari perwakilan pengurus Asosiasi Pemilik Ruko, Pedagang Terowongan, APPSM, Aspek 5, Hipim dan APMM berjalan alot dan tegang karena keinginan para pedagang menuntut pemerintah untuk segera merealisasikan bantuannya.

Pertemuan lanjutan dari perwakilan dilakukan karena sebelumnya di ruang pola dengan menghadirkan seribuan pedagang tidak menghasilkan solusi bahkan berujung kericuhan.

'Kami tidak punya kepentingan apa-apa. Murni untuk kepentingan para pedagang. Makanya, saya menawarkan kepada bapak-bapak, apakah akan menerima atau tidak,' ucapnya dihadapan para pedagang tersebut.(ant/rd)

No comments:

Post a Comment