Dinas Perekonomian Rakyat Kota Bekasi, Jawa Barat, memberikan sejumlah pelatihan bagi petani sebagai alternatif keahlian bilamana lahan garapannya sewaktu-waktu beralih fungsi.
'Lahan persawahan seluas 450 hektare di kota ini mayoritas merupakan milik pengembang yang digarap petani. Jika sewaktu-waktu pengembang akan mempergunakannya, para petani bisa kehilangan mata pencaharian,' kata Kepala Bidang Agribisnis Dispera Kota Bekasi Anie Mariyam di Bekasi, Kamis.
Pelatihan yang diberikan tersebut antara lain berupa penyuluhan seputar pengolahan hasil panenan dari sawah atau kebun.
'Misalnya pengolahan keripik singkong, keripik kentang, makanan berbahan jamur, dan lain-lain,' katanya.
Penyuluhan yang diberikan juga berupa upaya meningkatkan produtivitas tanpa memerlukan lahan luas, seperti budi daya jamur atau tanaman yang bisa tumbuh di pekarangan.
Anie mengatakan, pelatihan dan penyuluhan tersebut sudah mulai diberikan kepada para petani. Besar harapan mereka tak lagi kebingungan bilamana pemilik lahan sewaktu-waktu menginginkan menggunakan lahannya untuk keperluan lain.(ant/rd)
No comments:
Post a Comment