Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, belum menambah anggaran pengadaan air bersih di dalam APBD 2014 sebesar Rp75 juta, untuk melayani kebutuhan air bersih bagi warga pada musim kemarau.
"Kami belum menambah alokasi anggaran untuk menghadapi musim kering, meskipun prakiraan kemarau akan berlangsung panjang karena pengaruh 'El Nino lemah'," kata Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial dan Peningkatan Kesejahteraan Sosial Disnakertransos Bojonegoro Dwi Harningsih, Selasa.
Meskipun kemarau akan berlangsung panjang, menurut dia, alokasi anggaran Rp75 juta tersebut cukup untuk melayani kebutuhan air bersih warga yang daerahnya mengalami kekeringan, sebab alokasi anggaran tahun lalu hanya Rp50 juta.
"Alokasi anggaran Rp50 juta, pada tahun lalu cukup untuk mencukupi kebutuhan air bersih warga yang daerahnya mengalami kekeringan," katanya, menegaskan.
Ditanya apakah sudah melakukan pemetaan daerah yang rawan kekeringan, ia menjelaskan pemetaan akan dilakukan kalau sudah ada pengajuan permintaan warga yang membutuhkan pasokan air bersih.
"Yang jelas saat ini belum ada warga yang mengajukan permintaan air bersih, sehingga kami belum melakukan pemetaan daerah kekeringan," ujarnya.
Lebih lanjut ia menjelaskan pengadaan air bersih juga akan melibatkan kontraktor migas yang akan ikut membantu dalam pengadaan air bersih untuk melayani warga di wilayah kerjanya, selain juga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
"Pengadaan air bersih yang ditangani BPBD memanfaatkan anggaran sendiri. Tidak termasuk alokasi anggaran Rp75 juta," ucapnya.
Secara terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro Amir Syahid menjelaskan pihaknya sudah menyiapkan pelayanan pengadaan air bersih, mulai truk tangki dan tenaga di posko BPBD di Kecamatan Padangan, Baureno dan Temayang.
"Di masing-masing posko dilengkapi dengan tiga truk tangki yang bisa dimanfaatkan untuk memasok air bersih," jelasnya.
Ia menjelaskan posko BPBD di Kecamatan Baureno, akan melayani kebutuhan air bersih bagi warga di wilayah timur, seperti di Kecamatan Baureno, Kepohbaru dan Sugihwaras.
Posko BPBD di Kecamatan Temayang, akan melayani air bersih warga di Kecamatan Gondang, Bubulan, Sekar dan sekitaranya, sedangkan posko BPBD Kecamatan Padangan, melayani warga di Kecamatan Padangan, Kedewan, Kasiman, Tambakrejo, dan sekitarnya.
Sesuai data di BPBD, warga yang mengalalami kesulitan air bersih yang lalu tercatat 20.704 kepala keluarga (KK) atau 81.548 jiwa di 59 desa yang tersebar di 15 kecamatan, di antaranya, Kecamatan Temayang, Sugihwaras, Kedungadem, Kasiman, dan kecamatan lainnya.(ant/ris)
No comments:
Post a Comment