Sunday, 18 May 2014

Palembang Danai Renovasi Makam SMB II

Wali Kota Palembang romi herton mendanai renovasi makam susuhunan mahmud badaruddin ii yang berada di pekuburan Islam Ternate, Maluku Utara.

'Kami telah berkunjung ke makam pahlawan nasional itu dan akan segera mendanai perbaikan sehingga lebih terawat dan bagus,' katanya, di Palembang, Sabtu.

Menurut dia, tahap awal pihaknya akan mengalokasi dana sebesar Rp200 juta untuk renovasi pemakaman pahlawan nasional itu.

Selanjutnya, jika dibutuhkan akan dianggarkan lagi sehingga makam susuhunan mahmud badaruddin ii akan lebih baik dan menarik kunjungan wisatawan berwisata religi, tambahnya.

Ia mengatakan, saat ini kondisi makam tersebut cenderung belum representatif untuk dikunjungi karena itu perlu perbaikan.

Renovasi makam menjadi salah satu upaya melestarikan cagar budaya bagi warga Kota Ternate tersebut selain tentunya merupakan kewajiban pemkot untuk mengurus peninggalan bersejarah meskipun tidak di Palembang, katanya.

Dia menjelaskan, mudah-mudah setelah direnovasi makam pahlawan nasional beserta keluarganya akan menjadi lokasi wisata religi yang lebih menarik bagi wisatawan.

Selain memperbaiki makam dan lingkungannya, pihaknya jugameminta penambahan nama-nama dengan huruf latin karena sampai kini masih menggunakan tulisan arab, ujarnya.

Sementara juru kunci makam susuhunan mahmud badaruddin ii, Lutfi mengatakan di makam utama tersebut terdapat tiga kuburan yaitu susuhunan mahmud badaruddin ii dan guru agamanya, Assegaf.

Selain itu, di luar juga terdapat makam-makan anak dan pengikut pahlawan nasional yang dibuang ke Ternate pada tahun 1821 itu, katanya.

Dia menjelaskan, pekuburan Islam tersebut berada di wilayah kampung Makassar dan dirinya bertugas menjadi juru kunci makam susuhunan mahmud badaruddin ii.

Saat ini, dia mengakui, berstatus sebagai pegawai negeri sipil di Ternate yang dikhususkan menjadi juru kunci makam yang berada di tengah pemakaman umum tersebut.

Sementara, zuriat Kesultanan Palembang Darussalam Raden Rachmad Mas Agus menjelaskan kalau susuhunan disebutkan bagi sultan yang telah menyerahkan tahta ke anaknya.

Karena itu, Susuhunan Mahmud Badaruddin tidak lagi mendapat gelar sultan karena telah diserahkan kepada anaknya Sultan Ahmad Najamuddin, katanya.

Dia menambahkan, sebagai keturunan Kesultanan Palembang Darussalam yang dibuang ke Ternate selama ini sebagian besar belum pernah pulang ke tanah leluhur, kota yang dibelah Sungai Musi.

'Kami memilih tetap bertahan di Ternate dan bekerja di berbagai bidang usaha untuk bisa menjalani hidup di rantau,' ujarnya.(ant/rd)

No comments:

Post a Comment